All posts by جوجيا مسلم

Pakaian Anak Kita

Pakaian Anak Kita

Penulis : Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman Bintu ‘Imran

Rasa sayang orangtua memang bisa berbentuk apa saja. Termasuk dalam hal ini upaya “menjaga penampilan” anak. Namun sebatas apakah hal itu boleh dilakukan?

Anak-anak dengan kekhasan dunia mereka memang menarik untuk dicermati. Dunia anak bahkan tak luput menjadi ajang komoditi bagi para produsen. Tak lepas pula produsen pakaian. Berbagai macam mode dan gaya pakaian anak dilempar ke pasar, menarik minat orangtua untuk mendandani anak-anaknya dengan gaya terkini.
Namun teramat disayangkan, banyak orangtua dari kalangan muslimin yang masih terbawa arus ini, sehingga pakaian anak-anak mereka pun jauh dari tuntunan agama yang mulia ini.
Anak-anak perempuan muslimah keluar rumah tanpa menutup kepala dengan kerudung adalah pemandangan yang masih terlalu banyak kita saksikan. Andai kita tanyakan hal ini kepada orangtua mereka, meluncurlah berbagai alasan. Alasan si anak belum dewasa sehingga belum wajib menutup aurat, mungkin hanya satu di antara alasan yang ada. Yang lebih parah lagi, menganggap menutup aurat dan mengenakan pakaian yang diatur oleh syariat merupakan satu bentuk kemunduran.
Banyak anak perempuan yang “bergaya” dengan celana jins dan kemeja atau T-shirt, amat mirip gaya anak laki-laki. Ada yang sekadar mengenakan celana pendek dan baju kaos kala bermain bersama teman-temannya. Atau berbagai macam gaya lainnya seperti celana model stretch (ketat, yang mengecil ke bawah). Belum lagi kalau menghadiri acara khusus.
Anak laki-laki juga dengan gayanya tersendiri. Celana panjang melebihi mata kaki, celana pendek, menjadi pakaian keseharian. Ketika pesta, dasi pun kadang turut melengkapi penampilan.
Rupanya kita perlu menyadari lebih dalam, sebagai agama yang sempurna, Islam telah menerapkan berbagai aturan dalam setiap hal. Tak satu sisi kehidupan pun yang lepas dari aturan dan adab. Begitu pun dalam masalah pakaian, Islam memiliki berbagai aturan. Semua itu Allah Subhanahu wa Ta’ala tetapkan semata-mata untuk kebaikan hamba-hamba-Nya. Continue reading Pakaian Anak Kita

Fenomena TKI di Arab Saudi

Fenomena TKI di Arab Saudi

Sebuah pemerintahan Islam atau masyarakat Islam bukanlah sebuah kumpulan orang-orang yang tidak pernah berbuat dosa sama sekali, sehingga kita bisa menuduh para ulama yang membimbing masyarakat tersebut telah gagal atau tidak becus dalam membina negaranya.

Bahkan di masa kepemimpinan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang masyarakatnya adalah generasi terbaik ummat ini, ada orang yang didera karena minum khamar[1], ada yang dirajam karena berzina[2], bahkan ada yang murtad keluar dari Islam[3]. Namun tidak ada satupun yang menuduh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam telah gagal mendidik para sahabatnya. Karena memang, tidak ada satupun manusia yang terjaga dari kesalahan selain para Nabi dan Rasul ‘alaihimussalam, olehnya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ بنِي آدَمَ خَطَّاءٌ ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Setiap anak adam senantiasa berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang senantiasa bertaubat.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shohihut Targhib, no. 3139) Continue reading Fenomena TKI di Arab Saudi

Download Kajian Al-ustadz Muhammad Afifuddin Keutamaan Ahlul Hadits

Download Kajian Al-ustadz Muhammad Afifuddin Keutamaan Ahlul Hadits

Alhamdulillah, kajian ilmiah rutin bulanan bersama Al-ustadz Muhammad Afifuddin yang bertempat di masjid Al-Anshar Kompleks Pondok Pesantern Al-Anshar Sleman pada hari Senin, 07 Juni 2010 dengan tema “Keutamaan Ahlul Hadits” telah belangsung dengan lancar. Walhamdulillah, dengan mendengarkan kajian ini insyaAlloh akan bertambah semangat kita untuk menuntut ilmu. Bagi Anda yang tidak berkesempatan untuk hadir, berikut ini kami sajikan rekaman kajiannya. Silakan download dan dengarkan.

* Sesi 01 Keutamaan Ahlul Hadits [download]
* Sesi 02 Keutamaan Ahlul Hadits [download]

http://elqolam.com/2010/06/07/download-keutamaan-ahlul-hadits/

Download Kajian Dauroh Masyaikh ke 6 Bantul 2010

Download Kajian Dauroh Masyaikh ke 6 Bantul 2010

Berikut ini serangkaian file rekaman Kajian Ilmiah Nasional 2010 yang telah berhasil kami upload. Silakan mendownload dan sebarkan seluas-luasnya untuk kepentingan Dakwah.

Hari ke-1 ( Sabtu, 10 Juli 2010)

  1. Tausiyah pagi bersama Ustadz Muhammad Afifuddin [download]
  2. Pembukaan Daurah Nasional 2010 bersama Syaikh Muhammad Bazmul dan Wakil pemerintah Bantul [download]
  3. Kajian Sesi ke-01 “Muamalah terhadap sesama Muslim 01″ bersama Syaikh Muhammad Bazmul Hafidzahulloh [download]
  4. Kajian Sesi ke-02 “Iman kepada Hari Akhir 01″ bersama Asy-Syaikh Khalid Bin Dhahwi Adz-Dzafirii hafidzahulloh [download]
  5. Kajian Sesi ke-03 “Iman kepada Hari Akhir 02″ bersama Asy-Syaikh Khalid Bin Dhahwi Adz-Dzafirii hafidzahulloh [download]
  6. Kajian ba’da isya “Tawadhu” bersama Al-Ustadz Muhammad Ikhsan hafidzahulloh [download]

Hari ke-2 (Ahad, 11 Juli 2010)

  1. Tausiyah shubuh bersama Ustadz Adnan “Nashihat Lukman terhadap Putranya” [download]
  2. Kajian Sesi ke-04 “Muamalah terhadap sesama Muslim 02″ oleh Asy-Syaikh Muhammad Bazmul [download]
  3. Kajian Sesi ke-05 “Muamalah terhadap sesama Muslim 03″ oleh Asy-Syaikh Muhammad Bazmul [download]
  4. Kajian Sesi ke-06 “Iman Kepada Hari Akhir 03″ oleh Asy-Syaikh Khalid Adz-Dzafirii [download]
  5. Tausiyah “Berhias dengan Akhlaq Mulia” oleh Al-Ustadz Abdurrahman Mubarak [download]
  6. Teleconference dengan Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali “Nashihat untuk Ikhwah Salafiyyin di Indonesia” [download]
  7. Tambahan penjelasan oleh Syaikh Khalid atas Nashihat dari Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali [download]

Hari ke-3 (Senin, 12 Juli 2010)

  1. Tausiyah pagi “Nashihat untuk Pemuda: Sebab-sebab Istiqomah” oleh Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman [download]
  2. Kajian Sesi ke-07 ” Kedudukan Ulama 01″ oleh Asy-Syaikh Muhammad Bazmul [download]
  3. Kajian Sesi ke-08 “Kedudukan Ulama 02″ oleh Asy-Syaikh Muhammad Bazmul [download]
  4. Kajian Sesi kesebelas “Iman Kepada Hari Akhir 04” oleh Asy-Syaikh Khalid bin Dhahwi Adz-Dzafirii sekaligus penutupan acara. [download]

Sumber: Panitia Kajian Ilmiyah 2010 IT and Documentation Division

http://elqolam.com/2010/07/10/update-download-daurah-nasional-2010/

Mengapa Harus Bermanhaj Salaf ?

Orang-orang yang hidup pada zaman Nabi adalah generasi terbaik dari umat ini. Mereka telah mendapat pujian langsung dari Allah dan Rasul-Nya sebagai sebaik-baik manusia. Mereka adalah orang-orang yang paling paham agama dan paling baik amalannya sehingga kepada merekalah kita harus merujuk.

Manhaj Salaf, bila ditinjau dari sisi kalimat merupakan gabungan dari dua kata; manhaj dan salaf. Manhaj dalam bahasa Arab sama dengan minhaj, yang bermakna: Sebuah jalan yang terang lagi mudah. (Tafsir Ibnu Katsir 2/63, Al Mu’jamul Wasith 2/957).

Sedangkan salaf, menurut etimologi bahasa Arab bermakna: Siapa saja yang telah mendahuluimu dari nenek moyang dan karib kerabat, yang mereka itu di atasmu dalam hal usia dan keutamaan. (Lisanul Arab, karya Ibnu Mandhur 7/234). Dan dalam terminologi syariat bermakna: Para imam terdahulu yang hidup pada tiga abad pertama Islam, dari para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tabi’in (murid-murid shahabat) dan tabi’ut tabi’in (murid-murid tabi’in). (Lihat Manhajul Imam As Syafi’i fii Itsbatil ‘Aqidah, karya Asy Syaikh Dr. Muhammad bin Abdul Wahhab Al ‘Aqil, 1/55).
Continue reading Mengapa Harus Bermanhaj Salaf ?