Madu, Si Manis Yang Menyehatkan

Madu, Si Manis Yang Menyehatkan

Penulis : Ummu Abdillah

Keluarlah dari perutnya (lebah) minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan manusia. (An-Nahl: 69)

Madu memiliki keistimewaan dibandingkan zat pemanis lainnya. Salah satu keunggulan madu dibanding pemanis lain adalah dapat langsung dikonsumsi setelah diambil dari sarangnya tanpa melalui proses pengolahan terlebih dulu. Hal ini dimungkinkan karena kandungan gula sederhana yang terdapat di dalamnya, yaitu glukosa dan fruktosa dengan kadar yang cukup tinggi. Berbeda dengan gula tebu yang harus diolah sebelum dikonsumsi.

Kandungan Madu
Gula sederhana merupakan komponen utama dalam gula darah, sehingga madu dapat langsung diserap tubuh tanpa membutuhkan proses pemecahan.
Total kalori yang dihasilkan madu tiap 100 gramnya adalah 294 kalori. Ini memang lebih kecil dibanding gula yang menghasilkan 364 kalori tiap gramnya. Namun hal ini bisa diabaikan jika melihat kandungan zat dan manfaat madu yang bersifat alami. Gula memerlukan proses pemecahan menjadi gula sederhana sebelum dimanfaatkan oleh tubuh. Jadi gula membutuhkan waktu dan tambahan energi dari tubuh sebelum diserap dan dimanfaatkan tubuh. Maka kita dapat menambahkan madu dalam pola makan sehari-hari sebagai ganti gula dan penyedia energi yang langsung dapat diserap oleh tubuh. Continue reading Madu, Si Manis Yang Menyehatkan

Jilbab Yang Sesuai Dengan Syariat

 Jilbab Yang Sesuai Dengan Syariat

Penulis: Dinukilkan dari kitab Nashihati Lin Nisa karya Ummu Abdillah Al-Wadi‘iyyah hafid

Ustadzah, saya mempunyai pertanyaan dan mohon untuk dijawab:
Bagaimana jilbab yang sesuai dengan syariat? Mohon penjelasannya, jazakillah khairan.

Halimah
asy-syauqiyyah@plasa.com

Jawab :
Jilbab yang sesuai dengan syariah apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

Menutupi seluruh badan

Tidak diberi hiasan-hiasan hingga mengundang pria untuk melihatnya
Allah  berfirman :
“Katakanlah (ya Muhammad) kepada wanita-wanita yang beriman: hendaklah mereka menundukkan pandangan mata dan menjaga kemaluan mereka, dan jangan menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang biasa nampak darinya. Hendaklah mereka meletakkan dan menjulurkan kerudung di atas kerah baju mereka (dada-dada mereka)… (An-Nuur: 31)

Tebal tidak tipis
Rasulullah  bersabda :
“Akan ada nanti di kalangan akhir umatku para wanita yang berpakaian tapi hakikatnya mereka telanjang…
Kemudian beliau bersabda ;

“…laknatlah mereka karena sesungguhnya mereka itu terlaknat”. (HR. Ath Thabrani dalam Al Mu`jamush Shaghir dengan sanad yang shahih sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Albani dalam kitab beliau Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, hal. 125)
Kata Ibnu Abdil Baar t: “Yang dimaksud Nabi  dalam sabdanya (di atas) adalah para wanita yang mengenakan pakaian dari bahan yang tipis yang menerawangkan bentuk badan dan tidak menutupinya maka wanita seperti ini istilahnya saja mereka berpakaian tapi hakikatnya mereka telanjang”. Continue reading Jilbab Yang Sesuai Dengan Syariat

Pakaian Wanita Dalam Shalat

Pakaian Wanita Dalam Shalat

Penulis : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al Atsariyyah

Pakaian wanita saat mengerjakan shalat memiliki aturan tersendiri. Tiap wanita hendaknya memperhatikan pakaiannya ketika shalat, tidak boleh seenaknya, meski shalatnya dilakukan sendirian.

Di masa jahiliyah, kata Ibnu ‘Abbas, wanita biasa thawaf di Ka`bah dalam keadaan tanpa busana. Yang tertutupi hanyalah bagian kemaluannya. Mereka thawaf seraya bersyair:
Pada hari ini tampak tubuhku sebagiannya atau pun seluruhnya
Maka apa yang nampak darinya tidaklah daku halalkan

Maka turunlah ayat :
“Wahai anak Adam kenakanlah zinah1 kalian setiap kali menuju masjid”. ( Al-A`raf: 31) [Shahih, HR. Muslim no. 3028]

Al-Imam An-Nawawi t berkata: “Dulunya orang-orang jahiliyah thawaf di Ka`bah dalam keadaan telanjang. Mereka melemparkan pakaian mereka dan membiarkannya tergeletak di atas tanah terinjak-injak oleh kaki orang-orang yang lalu lalang. Mereka tidak lagi mengambil pakaian tersebut untuk selamanya, hingga usang dan rusak. Demikian kebiasaan jahiliyah ini berlangsung hingga datanglah Islam dan Allah memerintahkan mereka untuk menutup aurat sebagaimana firman-Nya:
“Wahai anak Adam kenakanlah zinah kalian setiap kali shalat di masjid”. (Al-A`raf: 31) Continue reading Pakaian Wanita Dalam Shalat

Pakaian Anak Kita

Pakaian Anak Kita

Penulis : Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman Bintu ‘Imran

Rasa sayang orangtua memang bisa berbentuk apa saja. Termasuk dalam hal ini upaya “menjaga penampilan” anak. Namun sebatas apakah hal itu boleh dilakukan?

Anak-anak dengan kekhasan dunia mereka memang menarik untuk dicermati. Dunia anak bahkan tak luput menjadi ajang komoditi bagi para produsen. Tak lepas pula produsen pakaian. Berbagai macam mode dan gaya pakaian anak dilempar ke pasar, menarik minat orangtua untuk mendandani anak-anaknya dengan gaya terkini.
Namun teramat disayangkan, banyak orangtua dari kalangan muslimin yang masih terbawa arus ini, sehingga pakaian anak-anak mereka pun jauh dari tuntunan agama yang mulia ini.
Anak-anak perempuan muslimah keluar rumah tanpa menutup kepala dengan kerudung adalah pemandangan yang masih terlalu banyak kita saksikan. Andai kita tanyakan hal ini kepada orangtua mereka, meluncurlah berbagai alasan. Alasan si anak belum dewasa sehingga belum wajib menutup aurat, mungkin hanya satu di antara alasan yang ada. Yang lebih parah lagi, menganggap menutup aurat dan mengenakan pakaian yang diatur oleh syariat merupakan satu bentuk kemunduran.
Banyak anak perempuan yang “bergaya” dengan celana jins dan kemeja atau T-shirt, amat mirip gaya anak laki-laki. Ada yang sekadar mengenakan celana pendek dan baju kaos kala bermain bersama teman-temannya. Atau berbagai macam gaya lainnya seperti celana model stretch (ketat, yang mengecil ke bawah). Belum lagi kalau menghadiri acara khusus.
Anak laki-laki juga dengan gayanya tersendiri. Celana panjang melebihi mata kaki, celana pendek, menjadi pakaian keseharian. Ketika pesta, dasi pun kadang turut melengkapi penampilan.
Rupanya kita perlu menyadari lebih dalam, sebagai agama yang sempurna, Islam telah menerapkan berbagai aturan dalam setiap hal. Tak satu sisi kehidupan pun yang lepas dari aturan dan adab. Begitu pun dalam masalah pakaian, Islam memiliki berbagai aturan. Semua itu Allah Subhanahu wa Ta’ala tetapkan semata-mata untuk kebaikan hamba-hamba-Nya. Continue reading Pakaian Anak Kita

Fenomena TKI di Arab Saudi

Fenomena TKI di Arab Saudi

Sebuah pemerintahan Islam atau masyarakat Islam bukanlah sebuah kumpulan orang-orang yang tidak pernah berbuat dosa sama sekali, sehingga kita bisa menuduh para ulama yang membimbing masyarakat tersebut telah gagal atau tidak becus dalam membina negaranya.

Bahkan di masa kepemimpinan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang masyarakatnya adalah generasi terbaik ummat ini, ada orang yang didera karena minum khamar[1], ada yang dirajam karena berzina[2], bahkan ada yang murtad keluar dari Islam[3]. Namun tidak ada satupun yang menuduh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam telah gagal mendidik para sahabatnya. Karena memang, tidak ada satupun manusia yang terjaga dari kesalahan selain para Nabi dan Rasul ‘alaihimussalam, olehnya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ بنِي آدَمَ خَطَّاءٌ ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Setiap anak adam senantiasa berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang senantiasa bertaubat.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shohihut Targhib, no. 3139) Continue reading Fenomena TKI di Arab Saudi

Download Kajian Al-ustadz Muhammad Afifuddin Keutamaan Ahlul Hadits

Download Kajian Al-ustadz Muhammad Afifuddin Keutamaan Ahlul Hadits

Alhamdulillah, kajian ilmiah rutin bulanan bersama Al-ustadz Muhammad Afifuddin yang bertempat di masjid Al-Anshar Kompleks Pondok Pesantern Al-Anshar Sleman pada hari Senin, 07 Juni 2010 dengan tema “Keutamaan Ahlul Hadits” telah belangsung dengan lancar. Walhamdulillah, dengan mendengarkan kajian ini insyaAlloh akan bertambah semangat kita untuk menuntut ilmu. Bagi Anda yang tidak berkesempatan untuk hadir, berikut ini kami sajikan rekaman kajiannya. Silakan download dan dengarkan.

* Sesi 01 Keutamaan Ahlul Hadits [download]
* Sesi 02 Keutamaan Ahlul Hadits [download]

http://elqolam.com/2010/06/07/download-keutamaan-ahlul-hadits/

Download Kajian Dauroh Masyaikh ke 6 Bantul 2010

Download Kajian Dauroh Masyaikh ke 6 Bantul 2010

Berikut ini serangkaian file rekaman Kajian Ilmiah Nasional 2010 yang telah berhasil kami upload. Silakan mendownload dan sebarkan seluas-luasnya untuk kepentingan Dakwah.

Hari ke-1 ( Sabtu, 10 Juli 2010)

  1. Tausiyah pagi bersama Ustadz Muhammad Afifuddin [download]
  2. Pembukaan Daurah Nasional 2010 bersama Syaikh Muhammad Bazmul dan Wakil pemerintah Bantul [download]
  3. Kajian Sesi ke-01 “Muamalah terhadap sesama Muslim 01″ bersama Syaikh Muhammad Bazmul Hafidzahulloh [download]
  4. Kajian Sesi ke-02 “Iman kepada Hari Akhir 01″ bersama Asy-Syaikh Khalid Bin Dhahwi Adz-Dzafirii hafidzahulloh [download]
  5. Kajian Sesi ke-03 “Iman kepada Hari Akhir 02″ bersama Asy-Syaikh Khalid Bin Dhahwi Adz-Dzafirii hafidzahulloh [download]
  6. Kajian ba’da isya “Tawadhu” bersama Al-Ustadz Muhammad Ikhsan hafidzahulloh [download]

Hari ke-2 (Ahad, 11 Juli 2010)

  1. Tausiyah shubuh bersama Ustadz Adnan “Nashihat Lukman terhadap Putranya” [download]
  2. Kajian Sesi ke-04 “Muamalah terhadap sesama Muslim 02″ oleh Asy-Syaikh Muhammad Bazmul [download]
  3. Kajian Sesi ke-05 “Muamalah terhadap sesama Muslim 03″ oleh Asy-Syaikh Muhammad Bazmul [download]
  4. Kajian Sesi ke-06 “Iman Kepada Hari Akhir 03″ oleh Asy-Syaikh Khalid Adz-Dzafirii [download]
  5. Tausiyah “Berhias dengan Akhlaq Mulia” oleh Al-Ustadz Abdurrahman Mubarak [download]
  6. Teleconference dengan Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali “Nashihat untuk Ikhwah Salafiyyin di Indonesia” [download]
  7. Tambahan penjelasan oleh Syaikh Khalid atas Nashihat dari Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali [download]

Hari ke-3 (Senin, 12 Juli 2010)

  1. Tausiyah pagi “Nashihat untuk Pemuda: Sebab-sebab Istiqomah” oleh Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman [download]
  2. Kajian Sesi ke-07 ” Kedudukan Ulama 01″ oleh Asy-Syaikh Muhammad Bazmul [download]
  3. Kajian Sesi ke-08 “Kedudukan Ulama 02″ oleh Asy-Syaikh Muhammad Bazmul [download]
  4. Kajian Sesi kesebelas “Iman Kepada Hari Akhir 04” oleh Asy-Syaikh Khalid bin Dhahwi Adz-Dzafirii sekaligus penutupan acara. [download]

Sumber: Panitia Kajian Ilmiyah 2010 IT and Documentation Division

http://elqolam.com/2010/07/10/update-download-daurah-nasional-2010/

Mengapa Harus Bermanhaj Salaf ?

Orang-orang yang hidup pada zaman Nabi adalah generasi terbaik dari umat ini. Mereka telah mendapat pujian langsung dari Allah dan Rasul-Nya sebagai sebaik-baik manusia. Mereka adalah orang-orang yang paling paham agama dan paling baik amalannya sehingga kepada merekalah kita harus merujuk.

Manhaj Salaf, bila ditinjau dari sisi kalimat merupakan gabungan dari dua kata; manhaj dan salaf. Manhaj dalam bahasa Arab sama dengan minhaj, yang bermakna: Sebuah jalan yang terang lagi mudah. (Tafsir Ibnu Katsir 2/63, Al Mu’jamul Wasith 2/957).

Sedangkan salaf, menurut etimologi bahasa Arab bermakna: Siapa saja yang telah mendahuluimu dari nenek moyang dan karib kerabat, yang mereka itu di atasmu dalam hal usia dan keutamaan. (Lisanul Arab, karya Ibnu Mandhur 7/234). Dan dalam terminologi syariat bermakna: Para imam terdahulu yang hidup pada tiga abad pertama Islam, dari para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tabi’in (murid-murid shahabat) dan tabi’ut tabi’in (murid-murid tabi’in). (Lihat Manhajul Imam As Syafi’i fii Itsbatil ‘Aqidah, karya Asy Syaikh Dr. Muhammad bin Abdul Wahhab Al ‘Aqil, 1/55).
Continue reading Mengapa Harus Bermanhaj Salaf ?

Artikel Islam, Info Kajian Islam Jogja, Download Kitab, Download Kajian dan Toko Online Pusat Belanja Keluarga Muslim