Larangan Menahan Baju dan Rambut

Larangan Menahan Baju dan Rambut

Penulis : Al-Ustadz Muslim Abu Ishaq Al-Atsari

Setelah sebelumnya disinggung sejumlah hal yang berkaitan dengan pakaian dalam shalat, edisi kali ini akan mengupas beberapa larangan saat menunaikan ibadah shalat, di antaranya menahan baju dan rambut.

Larangan Menahan Baju dan Rambut
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhumamengabarkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sabda beliau:
أُمِرْنَا أَنْ نَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظَمٍ وَلاَ نَكُفَّ ثَوْبًا وَلاَ شَعْرًا
“Kita diperintah untuk sujud di atas tujuh tulang dan kita tidak boleh menahan pakaian dan rambut (ketika sedang mengerjakan shalat).” (HR. Al-Bukhari no. 810, 815, 816 dan Muslim no. 1095)
Dalam lafadz yang lain disebutkan:
وَلاَ نَكْفِتَ الثِّيَابَ وَالشَّعْرَ
“Dan kami tidak boleh menggabungkan/menggulung pakaian dan (mengumpulkan) rambut.” (HR. Al-Bukhari no. 812 dan Muslim no. 1098)
Makna لاَ نَكْفِتَ الثِّيَابَ وَالشَّعْرَdisebutkan dalam An-Nihayah adalah menggabungkan dan mengumpulkannya agar tidak tersebar. Yang diinginkan di sini adalah mengumpulkan pakaian dengan kedua tangan ketika ruku’ dan sujud1.
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullahu mengatakan, “Secara zhahir larangan ini berlaku di waktu seseorang hendak shalat2. Demikian pendapat yang dicondongi oleh Ad-Dawudi. Dalam bab yang akan datang, Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu memberi judul hadits ini dengan, “Bab La Yakuffu Tsaubahu fis Shalah”, artinya “Tidak boleh seseorang menahan pakaiannya di dalam shalat.” Judul yang diberikan Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu ini memperkuat pendapat tersebut (larangan hanya khusus bila dikerjakan sembari melakukan shalat, pent.). Namun ulama lain, ‘Iyadh rahimahullahu menolak pendapat tersebut dengan menyatakan bahwa pendapat seperti itu menyelisihi apa yang dipegangi oleh jumhur ulama, karena mereka membenci hal itu dilakukan oleh orang yang shalat, baik ia melakukannya dalam shalat atau sebelum masuk dalam pekerjaan shalatnya3. Continue reading Larangan Menahan Baju dan Rambut

Jual Murah Minyak Zaitun Palestin 100 Kapsul @650 mg

 Jual Murah Minyak Zaitun Palestin 100 Kapsul @650 mg

CV. Syifa herbal alami mengemas kembali sebuah produk Zaitun Palestin dengan bahan baku extra virgin yang merupakan 100% minyak zaitun berkualitas tinggi yang berasal dari palestine. Di kemas dengan tekhnologi tinggi dengan alat yang higienis dan selalu memperhatikan CPOTB dan mengutamakan kualitas produk

Dengan izin ALLAH, minyak zaitun ini bermanfaat untuk:

* Menurunkan total kadar kolesterol dan kolesterol berbahaya, menguatkan kantong empedu dan menurunkan asam lambung.
* Mencegah timbulnya berbagai macam kanker.
* Mengurangi terjadinya penyumbatan dan penebalan pembuluh darah.
* Meredam demam dan batuk, serta menawar racun.
* Sebagai anti oksidan yang dapat mengurangi efek buruk sinar UV, polusi debu, dan racun pada kulit.
* Menghilangkan rasa sakit pada waktu haid.
* Mencegah kerontokan rambut, membunuh kutu, melembutkan kulit dan bisa digunakan sebagai minyak urut.

Aturan Pakai:

* Kesehatan & Stamina: 3 x 1 kapsul / hari
* Penyakit Ringan: 3 x 2 kapsul / hari
* Penyakit Kronis: 3 x 3 kapsul / hari
* Anak-anak: 2 x 1 kapsul / hari

 Jual Murah Minyak Zaitun Palestin 100 Kapsul @650 mg

 Pesan Sekarang

Minyak Zaitun Murni Dapat Membantu Mencegah Sumbatan Darah

Minyak Zaitun Murni Dapat Membantu Mencegah Sumbatan Darah

Kalbe.co.id – Laporan para peneliti Spanyol menyatakan bahwa memakan makanan yang disiapkan dengan minyak zaitun yang kaya fenol (suatu bahan yang mempunyai manfaat bagi jantung), dapat membantu mencegah sumbatan darah pada orang dengan kolesterol tinggi.

Dr. Franscisco Perez-Jimenez dan koleganya dari Reina Sofia University Hospital di Cordoba menyimpulkan bahwa temuan mereka menghasilkan bukti baru tentang manfaat kesehatan minyak zaitun murni. Temuan ini dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition edisi Agustus 2007.

Continue reading Minyak Zaitun Murni Dapat Membantu Mencegah Sumbatan Darah

Jual Parfum Murah Al-Rehab Al Fares 3 ml

 Jual Parfum Murah Al-Rehab Al Fares 3 ml

Al-Rehab merupakan minyak wangi non alkohol yang mengandung bibit cukup banyak sehingga insya Allah Ta’ala wanginya dapat bertahan lama dan mempunyai aroma yang kuat. Ini adalah parfum Al-Rehab dengan aroma Al Fares

Kami menyediakan berbagai jenis aroma parfum Al-Rehab seperti DALAL, SILVER, SULTAN, KHALIJI, SOFT, Roses, SHAIKHOH, Original, RED ROSE, White Musk, SULTAN AL OND, AL FARES, CLASSIC, LOVELY, White Full, SANDRA

 Harga Parfum Al rehab 3 ml

 Pesan Sekarang

Jual Parfum Murah Al-Rehab Khaliji 3 ml

 Jual Parfum Murah Al-Rehab Khaliji 3 ml

Al-Rehab merupakan minyak wangi non alkohol yang mengandung bibit cukup banyak sehingga insya Allah Ta’ala wanginya dapat bertahan lama dan mempunyai aroma yang kuat. Ini adalah parfum Al-Rehab dengan aroma Khaliji

Kami menyediakan berbagai jenis aroma parfum Al-Rehab seperti DALAL, SILVER, SULTAN, KHALIJI, SOFT, Roses, SHAIKHOH, Original, RED ROSE, White Musk, SULTAN AL OND, AL FARES, CLASSIC, LOVELY, White Full, SANDRA

 Harga Parfum Al rehab 3 ml

 Pesan Sekarang

Jual Parfum Murah Al-Rehab Dalal 3 ml

 Jual Parfum Murah Al-Rehab Dalal 3 ml

Al-Rehab merupakan minyak wangi non alkohol yang mengandung bibit cukup banyak sehingga insya Allah Ta’ala wanginya dapat bertahan lama dan mempunyai aroma yang kuat. Ini adalah parfum Al-Rehab dengan aroma Dalal

Kami menyediakan berbagai jenis aroma parfum Al-Rehab seperti DALAL, SILVER, SULTAN, KHALIJI, SOFT, Roses, SHAIKHOH, Original, RED ROSE, White Musk, SULTAN AL OND, AL FARES, CLASSIC, LOVELY, White Full, SANDRA

 Harga Parfum Al rehab 3 ml

 Pesan Sekarang

Jual Parfum Murah Al-Rehab Sultan 3 ml

Jual Parfum Murah Al-Rehab sultan 3 ml

Al-Rehab merupakan minyak wangi non alkohol yang mengandung bibit cukup banyak sehingga insya Allah Ta’ala wanginya dapat bertahan lama dan mempunyai aroma yang kuat. Ini adalah parfum Al-Rehab dengan aroma sultan

Kami menyediakan berbagai jenis aroma parfum Al-Rehab seperti DALAL, SILVER, SULTAN, KHALIJI, SOFT, Roses, SHAIKHOH, Original, RED ROSE, White Musk, SULTAN AL OND, AL FARES, CLASSIC, LOVELY, White Full, SANDRA

 Harga Parfum Al rehab 3 ml

 Pesan Sekarang

Jual Parfum Murah Al-Rehab Silver 3 ml

Jual Parfum Murah Al-Rehab Silver 3 ml

Al-Rehab merupakan minyak wangi non alkohol yang mengandung bibit cukup banyak sehingga insya Allah Ta’ala wanginya dapat bertahan lama dan mempunyai aroma yang kuat. Ini adalah parfum Al-Rehab dengan aroma silver.

Kami menyediakan berbagai jenis aroma parfum Al-Rehab seperti DALAL, SILVER, SULTAN, KHALIJI, SOFT, Roses, SHAIKHOH, Original, RED ROSE, White Musk, SULTAN AL OND, AL FARES, CLASSIC, LOVELY, White Full, SANDRA

 Harga Parfum Al rehab 3 ml

 Pesan Sekarang

Alkohol dalam Obat dan Parfum

Alkohol dalam Obat dan Parfum

Penulis : Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al-Makassari

Banyak pertanyaan seputar alkohol yang masuk ke meja redaksi, kaitannya dengan obat, kosmetika, atau pun lainnya. Berikut ini penjelasan Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al-Makassari

Alhamdulillah, para ulama besar abad ini telah berbicara tentang permasalahan alkohol1, maka di sini kita nukilkan fatwa-fatwa mereka sebagai jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
Terdapat perbedaan ijtihad di antara mereka dalam memandang permasalahan ini. Asy-Syaikh Ibnu Baz v berpendapat bahwa sesuatu yang telah bercampur dengan alkohol tidak boleh dimanfaatkan, meskipun kadar alkoholnya rendah, dalam arti tidak mengubahnya menjadi sesuatu yang memabukkan. Karena hal ini tetap masuk dalam hadits

مَا أَسْكَرَ كَثِيْرُهُ فَقَلِيْلُهُ حَرَامٌ

“Sesuatu yang banyaknya memabukkan, maka sedikitnyapun haram.”2
Ketika beliau ditanya tentang obat-obatan yang sebagiannya mengandung bahan pembius dan sebagian lainnya mengandung alkohol, dengan perbandingan kadar campuran yang beraneka ragam, maka beliau menjawab: “Obat-obatan yang memberi rasa lega dan mengurangi rasa sakit penderita, tidak mengapa digunakan sebelum dan sesudah operasi. Kecuali jika diketahui bahwa obat-obatan tersebut dari “Sesuatu yang banyaknya memabukkan” maka tidak boleh digunakan berdasarkan sabda Nabi n:

مَا أَسْكَرَ كَثِيْرُهُ فَقَلِيْلُهُ حَرَامٌ

“Sesuatu yang banyaknya memabukkan, maka sedikitnyapun haram.”
Adapun jika obat-obatan itu tidak memabukkan dan banyaknya pun tidak memabukkan, hanya saja berefek membius (menghilangkan rasa) untuk mengurangi beban rasa sakit penderita maka yang seperti ini tidak mengapa.”(Majmu’ Fatawa, 6/18) Continue reading Alkohol dalam Obat dan Parfum

Thibbun Nabawi Bukan Alternatif

Fenomena TKI di Arab Saudi

Penulis : Al-Ustadz Muslim Abu Ishaq Al-Atsari

Shahabat yang mulia Abu Sa‘id Al-Khudri rahimahullahu berkata:

أَنَّ رَهْطًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْطَلَقُوْا فِي سَفْرَةٍ سَافَرُوْهَا حَتَّى نَزَلُوْا فِي حَيٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ، فَاسْتَضَافُوْهُمْ فَأَبَوْا أَنْ يُضَيِّفُوْهُمْ. فَلُدِغَ سَيِّدُ ذَلِكَ الْحَيِّ، فَسَعَوْا لَهُ بِكُلِّ شَيْءٍ، لاَ يَنْفَعُهُ شَيْءٌ. فَقَالَ بَعْضُهُمْ: لَوْ أَتَيْتُمْ هَؤُلاَءِ الرَّهْطَ الَّذِيْنَ قَدْ نَزَلُوْا بِكُم، لَعَلَّهُ أَنْ يَكُوْنَ عِنْدَ بَعْضِهِمْ شَيْءٌ. فَأَتَوْهُمْ فَقَالُوْا: يَا أَيُّهَا الرَّهْطُ! إِنَّ سَيِّدَنَا لُدِغَ، فَسَعَيْنَا لَهُ بِكُلِّ شَيْءٍ، لاَ يَنْفُعُهُ شَيْءٌ، فَهَلْ عِنْدَ أَحَدٍ منكُمْ شَيْءٌ؟ فَقَالَ بَعْضُهُمْ: نَعَمْ، وَاللهِ إِنِّي لَرَاقٍ، وَ لَكِنْ وَاللهِ لَقَدِ اسْتَضَفْنَاكُمْ فَلَمْ تُضَيِّفُوْنَا، فَمَا أَنَا بِرَاقٍ لَكُمْ حَتَّى تَجْعَلُوْا لَنَا جُعْلاً. فَصَالِحُوْهُمْ عَلَى قَطِيْعٍ مِنَ الْغَنَمِ. فَانْطَلَقَ فَجَعَلَ يَتْفُلُ وَيَقْرَأُ: {الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ} حَتَّى لَكَأَنَّمَا نُشِطَ مِنْ عِقَالٍ، فَانْطَلَقَ يَمْشِي مَا بِهِ قَلَبَةٌ. قَالَ: فَأَوْفَوْهُمْ جُعْلَهُمُ الَّذِي صَالَحُوْهُمْ عَلَيْهِ. فَقَالَ بَعْضُهُمْ: اقْسِمُوا. فَقَالَ الَّذِي رَقَى: لاَ تَفْعَلُوْا حَتَّى نَأْتِيَ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَذْكُرَ لَهُ الَّذِي كَانَ، فَنَنْظُرَ مَا يَأْمُرُنَا. فَقَدِمُوْا عَلى رَسُولِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَذَكَرُاْ لَهُ ذَلِكَ، فَقَالَ: وَمَا يُدْرِيْكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ؟ أَصَبْتُمْ، اقْسِمُوا وَاضْرِبُوا لِي مَعَكُمْ بِسَهْمٍ

Sejumlah shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi dalam sebuah safar (perjalanan) yang mereka tempuh, hingga mereka singgah di sebuah kampung Arab. Mereka kemudian meminta penduduk kampung tersebut agar menjamu mereka, namun penduduk kampung itu menolak.
Tak lama setelah itu, kepala suku dari kampung tersebut tersengat binatang berbisa. Penduduknya pun mengupayakan segala cara pengobatan, namun tidak sedikit pun yang memberikan manfaat untuk kesembuhan pemimpin mereka. Sebagian mereka berkata kepada yang lain: “Seandainya kalian mendatangi rombongan yang tadi singgah di tempat kalian, mungkin saja ada di antara mereka punya obat (yang bisa menghilangkan sakit yang diderita pemimpin kita).” Penduduk kampung itu pun mendatangi rombongan shahabat Rasulullah yang tengah beristirahat tersebut, seraya berkata: “Wahai sekelompok orang, pemimpin kami disengat binatang berbisa. Kami telah mengupayakan berbagai cara untuk menyembuhkan sakitnya, namun tidak satu pun yang bermanfaat. Apakah salah seorang dari kalian ada yang memiliki obat?” Salah seorang shahabat berkata: “Iya, demi Allah, aku bisa meruqyah. Akan tetapi, demi Allah, tadi kami minta dijamu namun kalian enggan untuk menjamu kami. Maka aku tidak akan melakukan ruqyah untuk kalian hingga kalian bersedia memberikan imbalan kepada kami.”
Mereka pun bersepakat untuk memberikan sekawanan kambing2 sebagai upah dari ruqyah yang akan dilakukan. Shahabat itu pun pergi untuk meruqyah pemimpin kampung tersebut. Mulailah ia meniup disertai sedikit meludah dan membaca3: “Alhamdulillah rabbil ‘alamin” (Surah Al-Fatihah). Sampai akhirnya pemimpin tersebut seakan-akan terlepas dari ikatan yang mengekangnya. Ia pun pergi berjalan, tidak ada lagi rasa sakit (yang membuatnya membolak-balikkan tubuhnya di tempat tidur).
Penduduk kampung itu lalu memberikan imbalan sebagaimana telah disepakati sebelumnya. Sebagian shahabat berkata: “Bagilah kambing itu.” Namun shahabat yang meruqyah berkata: “Jangan kita lakukan hal itu, sampai kita menghadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu kita ceritakan kejadiannya, dan kita tunggu apa yang beliau perintahkan.” Mereka pun menghadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mengisahkan apa yang telah terjadi. Beliau bertanya kepada shahabat yang melakukan ruqyah: “Dari mana engkau tahu bahwa Al-Fatihah itu bisa dibaca untuk meruqyah? Kalian benar, bagilah kambing itu dan berikanlah bagian untukku bersama kalian.”
Continue reading Thibbun Nabawi Bukan Alternatif

Artikel Islam, Info Kajian Islam Jogja, Download Kitab, Download Kajian dan Toko Online Pusat Belanja Keluarga Muslim